Madina di terjang banjir bandang lagi

Tuesday, September 15, 2009

MEDAN - Sebanyak belasan orang dinyatakan tewas dalam peristiwa banjir bandang yang menerjang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Akibat peristiwa yang menimpa enam desa yaitu Desa tabulung, Desa Lubuk Kapondang I, Lubuk Kapondang II, Rantau Panjang, Hutarimbaru, Kuala Baru, Desa Tagilang, Desa Manunjang itu ribuan orang mengungsi.

Bupati Mandailing Natal Amroe Daulay yang berkoordinasi dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika Pemprov Sumatera Utara Edy Sofyan, menyatakan pihaknya meminta bantuan kepada pemprov Sumatera Utara untuk mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan.

Sementara itu menurut keterangan Amroe Daulay, banjir bandang disebabkan oleh curah hujan yang cukup lebat, sehinga pada dini hari tadi terjadi banjir bandang.

Jumlah korban tewas akibat bencana ini kemungkinan akan bertambah karena selain belasan yang dinyatakan tewas, puluhan lain masih dinyatakan hilang.

Belum ada data pasti mengenai jumlah korban tewas. Departemen Kesehatan merilis 12 orang tewas dan 25 hilang, sementara Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin menyatakan korban tewas sudah mencapai 15 orang dari 25 yang sebelumnya dinyatakan hilang.(vivanews)


Read More......

Email Kabareskim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji

Monday, September 14, 2009

Ini dia email yang sedang di bahas hot hotnya di televisi indonesia terkait kasus korupsi, dan meruncingnya hubungan kpk dengan kepolisian. Email yang lagi disebut sebut berisi seperti di bawahi ini

Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: Jacky Mardono Tjokrodiredjo
Date: Fri, 11 Sep 2009 20:16:35 -0700 (PDT)
To: ; ; ; ; ; F; ; ; ; ; ; ; ; ; F Syul Syuliarti; ; ; ; ; ; YB; ; ;
Subject: Trs: Re: [Keluarga POLRI] Kutipan dari harian Sindo, untuk kita renungkan.



--- Pada Sab, 12/9/09, Jacky Mardono Tjokrodiredjo menulis:


Dari: Jacky Mardono Tjokrodiredjo
Judul: Re: [Keluarga POLRI] Kutipan dari harian Sindo, untuk kita renungkan.
Kepada: susno_duadji@yahoo.com
Cc: "Polri" , bungsalim@hotmail.com, adrianus@ui.edu, bas2806@kompas.com, borgol_hk@yahoo.com, bw_umar@hotmail.com, epjmbg@yahoo.com, rik@kompas.com, saaf10leo@yahoo.com, triwidurini@yahoo.com
Tanggal: Sabtu, 12 September, 2009, 2:28 AM



Ananda Susno Duadji yang saya banggakan.

Sejak awal, saya tidak percaya bahwa ananda Susno terkait dengan skandal bank Century.
Hanya saya tidak mau tanya langsung kepada ananda Susno, karena khawatir akan ngriwuki konsentrasi ananda Susno.

Memang benar, melawan pendapat pers dapat dikatakan tidak ada gunanya. Saya ingat ajaran bapak Djokosoetono sebagai guru pinandito, melawan opini publik yang dibentuk oleh pers, adalah dengan cara mendiamkan, bukan dengan cara mencoba melawannya. Makin dilawan makin terbakar, ibaratnya malah disiram dengan bensin.

Luruskan pendapat publik yang salah dengan penjelasan kepada teman-teman. Atas dasar itulah saya lebih senang menulis di milis KB Pendapat seorang teman yang tulus, tidak ternilai harganya.

Saya harap ananda Susno tetap tabah dalam menghadapi segala isyu yang menerpa diri ananda.
Walau sudah ditinggalkan, butir ke-3 Sapat Marga menurut saya masih valid bagi anggota Polri, yakni:

Kami Kesatria Indonesia, yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.

Ketaqwaan seorang anggota Polri, bukan kepada atasan, tetapi kepada Tuhan YME.
Perkap No 1 Tahun 2009, memperkuat ini.

Walaupun belum meminta ijin kepada ananda Susno, jawaban saya, saya cc kan kepada milis KBP maupun beberapa teman yang saya anggap perlu untuk mengetahui, apa yang
ada dalam sanubari ananda Susno Duadji.

Semoga ananda Susno beserta keluarga, maupun jajaran Polri,
selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Wassalam,

Jacky Mardono.


--- Pada Jum, 11/9/09, susno_duadji@yahoo.com menulis:


Dari: susno_duadji@yahoo.com
Judul: Re: [Keluarga POLRI] Kutipan dari harian Sindo, untuk kita renungkan.
Kepada: "Jacky Mardono Tjokrodiredjo"
Tanggal: Jumat, 11 September, 2009, 10:16 PM


Yth Bpk Jacky Mardono Tjokrodirejo
Selaku Guru, Senior, Bapak, Panutan, dan Lurah KBP

Perkenankan pd kesempatan ini melalui Email kami menyampaikan penjelasan terkait dng informasi yg direlease media masa pd minggu ini dng berbagai judul yg pd intinya ADA PERSAINGAN ANTARA POLRI DAN KPK atau SALING BALAS DENDAM ANTARA POLRI DAN KPK, Isu yg muncul Polri menangkap/memeriksa Pimpinan KPK dan KPK akan memeriksa Pejabat Tinggi Polri berinisial SD karena diduga Korupsi dalam penyidikan kasus bank Century.

Jelas sekali bhw Pati Polri berinisial SD adalah saya SUSNO DUADJI, oleh karenanya sbg seorang Perwira Tinggi Polri, seorang Alumni Akabri Kepolisian yg secara langsung adalah anak didik Bapak Jacky Mardono,dan sebagai anggota Polri, secara moral sy harus pertanggung jawabkan dng jawaban penjelasan sbb :

1. Saya masih dan tetap konsisten memegang sumpah Perwira bahwa saya sampai saat ini tidak akan dan tidak pernah melakukan suatu perbuatan yang akan menjatuhkan/merendahkan martabat Perwira Polr melakuka
Kaitanya dng tuduhan SUAP Rp 10 M dlm menangani kasus bank Century ini adala FITNAH yg sungguh menyakitkan. Yg benar adalah dng susah payah Bareskrim melacak unt menemukan dan menyelamatkan asset hasil kejahatan bank century baik di dlm dan luar negeri, hasilnya sungguh menajubkan dari kerugian bank century Rp 6,7 T berhasil ditemakan. Setara Rp 13 Triliun di LN, dan Rp 900an M di DN. Skr sdh dibekukan di bank2 di LN menunggu putusan tetap thd para tersangka unt proses pengembalian ke Indonesia. Trm ksh bantuan bpk IJP B. Permantoro Wkl Ketua PPATK.
Ttg tuduhan kabareskrim campur tangan dlm pencairan rekning nasabah bank century itu BENAR sekali krn kasus bank century ditangani oleh Tim SKB gabungan beberapa instansi terkait termasuk unt meneliti dan melacak rekning dan aliran dana (bi,polri,ppatk,lps,century baru) hasilnya adalah rekning yg diduga kealiran uang haram para pelaku langsung dibekukan dan disita, rekning yg clear langsung bisa beraktivitas. Ada beberapa rek besar yg tidak mampu dibayar oleh century walau sdh diklarifikasi, saya curiga pdhl dana LPS sdh digrujug melebihi perkiraan. Pemilik dana putus asa, marah dan lapor ke Bareskrim, BI, Menku dan LPS. Menejemen Century ketakutan dan minta unt jangan diproses takut bank akan rush karena kehilangan TRUST/kepercayaan. Menejemen Bank menyuruh pemilik rekning minta surat klarifikasi pd kabareskrim sbg syarat pencairan, sy heran pdhl klarifikasi oleh tim gabungan, oh rupanya ini akal2an bank unt tunda wkt bayar. Masih jg tidak cair akhirnya bank minta bareskrim memfasilitasi perundingan kedua pihak, saya setuju asal di kantor bareskrim. Kedua pihak daytang saya terima dng dir 2/eksus ternyata tidak juga dpt dicairkan dng alasan dana belum ada, smp skr belum cair. Hal inilah yg membuat sy tambah curiga dan melalui teman2 sy minta hal ini diangkat ke publik unt dicari apa penyebabnya, ternyata hasilnya baik skl, BPK akan mengaudit semoga jadi kenyataan dan membuahkan hasil positif unt titik awal penyidikan polri ke tahaf berikut.
2. Sejak awal saya jadi kabareskrim sy diberitau kalau tlp saya disadap KPK, dan bukan hanya hp saya saja tapi hp petinggi polri lainya: para direktur bareskrim, Log, lantas, ka/wakapolri. Hal ini saya infokan pd Kapolri, KaBIK dll
3. Awal 2009. Antasari Anhar Ket KPK ditangkap Polri krn pembunuhan.mulai ditiupkan isu Polri mengkerdilkan KPK.
4. Pd rapat staf KPK Abdullah Lukemahua (Penasehat KPK) menyatkan stand Polri lawan KPK 1 : 0 mari kerja keras supaya stand menjadi minimal 1 : 1lalu ditemukan ide membuka hasil penyadapan Polri.terpilihlah
5. Sejak tilpun disadap sy gunakan kesempatan ini unt mepermaikan Pimpinan KPK dengan cara berbicara seolah2 akan terjadi serah terima uang suap pd saya, pancingan dan jebakan dilakukan 3x, sbb :
7. Polda metro sidik kasus penyadapan hp Rani yg terkait antasari. Penyadapan atas perintah wkl ketua kpk Chandera Hamzah dan telah diperiksa penyidik kpk,situasi ini diramaikan dng situasi kasus putih.
8. Sy sngt mencitai KPK krn sec moral dan history sy punya keterikatan dng KPK sbb sy adalah seorang tim perancang UU ttg KPK, saya tdk rela kalau KPK dinodai oleh perbuatan kesewenang2an dan penyalahgunaan wewenang oleh segelintir oknum di KPK.
9. Sejak kepemimpin generasi ke II KPK sy sedih banyak sekali penyalah gunaan wewenang, tebang pilih, menghukum yg kecil membebawskan yg beswar, berlindung di balik pujian dan pembelaan NGO penjilat, cengeng kayak bayi baru dipanggil merengek pd NGO.
10. KPK berhasil membangun citra diri sbg hantu, semu org takut, pikiran waras jadi hilang, even DPR yg galak itu, polisi, gubernur dll takut sama KPK, tak ada yg berani koreksi kesalahan.
11. Logika berpikir public jadi hilang ; penyadapan sebelum penetapan status pemilik tilpun dianggap legal, alat bukti yg didapat sec illegal dianggap legal, tdk puas menjadi penyelidik,penyidik, penuntut, juga menjadikan diri sbg pembuat undang2 ter bukti dng menciptakan alat bukti baru berupa "omong2 di sidang" yg dikemas dlm bahasa asing spy nampak ilmiah "fakta yuridis hasil Persidangan" anehnya sidang orang lain dipakai sbg alat bukti orng lain. KPK unt lidik dan sidik menggunakan hukum acr yg agak berbeda dng hukum acara konvensional dng maksud unt mebatasi agar wewenangnya tdk disalah gunakan ; spti penetapan seseorang sbg terlidik adat syarat tertentu, penetapan unt ditingkatkan sbg tersangka dll,syarat pencekalan, penyidikan tanpa penghentian penyidikan, dll. Nyatanya persyaratan dan prosedur ini dilanggar sendiri.
12. Antasari Anhar Ketua KPK non aktif dari balik jeruji tahanan sec resmi melaporkan kejahatan yg dilakukan pimpinan KPK dan Pejabat KPK yaitu terima suap kasus PT. Masaro dan penyalahgunaan kewenangan spti penentuan tersangka, cabut cekal berfungsi sbg SP3 dll, laporan dan Testimoni diteruskan pd DPR dan publik shg menjadi pertanyaan anggota Dewan pd RDP dng Kapolri..
13. Beberapa contoh kasus besar yg diproses KPK raib tak jelas ujung pangkalnya ditelan oleh kejutan KPK nangkapi anggota DPR atau mantan pejabat. Jarang kita dengar swata yg jadi TSK kecuali Anggoro yg berani melakukan perlawanan krn merasa benar, dia berani ! Pernahkah kita punya catatan ttg kasus ; Sinar Mas Nilai Rp 1,5 T , RNI juga Rp x T, Joko Chandera yg dicabut cekalnya oleh KPK, dll.
14. Sebagai KBP tidakah kita tersinggung berat dng statment NGO bhw Polri dan jaksa tdk mampu tangani korupsi dng baik, itu OMDO alias Omong Doang tanpa data yg sahih, ini fakta autentik thn 2008 KPK dng Rp 397 M menghasilkan P21 sebanyak 30 Perkara, Polisi dng Rp 8 M dng 161 Perkara, Jaksa 180 perkara dengan sekitar Rp 20 M. Masih ditambah lagi dng kewenangan istimewah yg dimiliki KPK. Hayo mana yg hebat ?
15. Masih tergores luka di hati sy melihat Mantan Kapolri Rusdihardjo dizolimi KPK, waktu itu sy msh di luar Polri. Sekarang KPK coba mau menzolimi isteri mantan wk Polri dan seorang pejabat BPK Pensiunan Pati Polri. Sy tau mereka belum dan tidak pantas jadi tersangka, jiwa corp sy bergetar unt tampil dan memberi pesan yg jelas dan tegas pd KPK unt jangan coba memerika Ibu dan bpk KB Polri tsb tanpa seijin Kabareskrim, dan mereka diberi pengamanan para sneper tangguh, bathin sy tentram karena Keluargaku tidak dizolimi lagi. Saya bangga dengan komandan dan seniorku TB1 dan TB2 ternyata BELIAU sngt setia pd KB Polri, aku SALUT dan SALUT.
16. Tidak ada permusuhan atau saingan antara Polri dng KPK apalagi unt lenyap kan KPK krn dari sejarahnya KPK lahir oleh "BiDAN" pintar dan setia namanya POLRI, dan smp saat ini ada 126 Personil terbaik Bareskrim ditugaskan di KPK, tanpa mereka KPK tak ubahnya macan ompong tanpa kuku dan sakit2an.

Pk Jacky dan Warga KBP yg terhormat, saat ini umur saya sudah setengah abad lebih, sdh punya cucu. Tentunya sbg murid Pk Jacky sudah menjadi sumpah setia bhw saya TIDAK ingin membuat beliau MALU. Apapun tindakan yg saya lakukan sudah saya hitung untung ruginya, sudah saya hitung apa dampaknya bagi sypribadi, bagi institusian, bagi KBP dan apa manfaatnya bagi masyarakat.

Pk Jacky yg saya hormati, sdh sy prediksi bhw apabila genderang ini saya tabuh maka sy akan diserang dng membabi buta baik oleh lawan maupun kawan, sy akan dijuhi, dan dituduh apa saja dan semua org langsung percaya dan yakin pd tuduhan yg dikemas dng baik dialamatkan pd saya. Tradisi bangsa kita ; cepat percaya pd berita media, malas berfikir apalagi analisis. Saya tau posisi citra sy saat ini tapi saya tak akan mundur satu inci pun.
Saya akan malu duduk di kursi Kabareskrim kalau tidak nelakukan perubahan, tidak berani memerangi penyelewengan walau siapa dan apapun yg saya hadapi. Sy sdh hitung tdk mungkin sy duduk di kursi Kabareskrim smp 5 thn, ya artinya kalau sy tidak berbuat sekarang lantas kapan lagi ? Gendang itu SUDAH saya tabuh, artinya perang melawan kezoliman dan kesewenang2 an sudah jalan, saya tdk perlu melawan media krn energy media demikian dahsyat, sy akan bersinergy dng energy itu shg nanti waktu jualah yg akan menghapus semua praduga yg salah.
Percayalah waktu berjalan cepat dan tiada seorangpun mampu membendung kebenaran itu.
Sekian !
Hormat saya pada warga KBP dan warga Polri umumnya.
Jakarta, 12 september 09

Susno duadji 1977

Regards,

Susno Duadji
From: Jacky Mardono Tjokrodiredjo
Date: Wed, 9 Sep 2009 22:05:08 -0700 (PDT)
To: Polri
Subject: [Keluarga POLRI] Kutipan dari harian Sindo, untuk kita renungkan.



TAJUK, Rivalitas Penegak Hukum

Thursday, 10 September 2009

KEHADIRAN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya membuat para koruptor dan orang-orang yang berniat melakukan korupsi berpikir dua kali.

Tapi juga mengundang kecemburuan lembaga penegak hukum lain yang juga memiliki kewenangan menyidik kasus korupsi. Undang-Undang No 30/2002 memberi kewenangan penuh kepada KPK untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, sekaligus penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.

Kewenangan istimewa ini diberikan dengan harapan KPK mampu melaksanakan tugas memberantas tindak pidana korupsi dengan tuntas, independen,dan bebas dari kekuasaan mana pun. Sudahkah harapan untuk menciptakan negara bebas korupsi terpenuhi? Belum.

Tapi di tengah segala kekurangannya,KPK mampu memberi shock therapy bahwa para pejabat, politisi, atau orang-orang kuat yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi, tidak bisa menghindar dari jerat hukum. Mereka ditetapkan tersangka, ditahan, diadili dan dijatuhi hukuman sesuai kadar kesalahan yang dilakukan.

Kewenangan penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan perkara yang dimiliki KPK terbukti mampu menutup celah-celah hukum yang biasa dimanfaatkan oleh oknum penegak hukum dengan pihak-pihak yang beperkara. Inilah mengapa penanganan kasus-kasus yang ditangani KPK lebih transparan,akuntabel dari awal hingga akhir. Namun,ada pihak-pihak yang tidak happy dengan sepak terjang KPK.

Sampai muncul istilah KPK menjadi lembaga superbody yang tidak bisa dikontrol. Kemudian muncullah kasus yang menyeret Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar yang ditangani kepolisian dan kejaksaan serta mulai dilimpahkan ke pengadilan. Status Antasari sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan sebaiknya tidak dipersepsikan sebagai institusi KPK.

Tapi lebih tepat dilihat Antasari sebagai individu yang terlepas dari KPK sebagai institusi. Namun, yang berkembang selama ini, setiap ada pejabat negara yang ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi oleh penegak hukum, baik itu KPK, kepolisian, maupun kejaksaan, lebih banyak dilihat dari sudut pandang institusinya, bukan individunya.

Hal ini memunculkan kebingungan dan kerancuan di ruang publik. Terlebih lagi kalau sampai menyulut rivalitas kelembagaan yang semestinya tidak terjadi. Ambil contoh saat KPK menangkap jaksa Urip Tri Gunawan dalam kasus suap terkait penerbitan surat perintah penghentian penyidikan SP3 kasus BLBI.

Kalau dilihat dari sudut pandang hukum, jaksa Urip ditangkap karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi berupa penyuapan.Tapi dari sudut pandang lain, bisa diarahkan bahwa KPK sedang "mengobokobok" Kejaksaan Agung. Demikian pula saat KPK membongkar kasus korupsi yang menyeret sejumlah anggota DPR, para pejabat BI, mantan menteri, gubernur, bupati, atau pejabat tinggi departemen atau lembaga negara lainnya.

Kalau semua tindakan hukum itu dilihat dari perspektif politik, betapa rancunya persepsi yang terbentuk di masyarakat. Pemberantasan korupsi yang sebenarnya dilakukan atas dasar bukti-bukti hukum menjadi kabur, sehingga sisi politis persoalan tersebut lebih menonjol. Isu paling baru adalah hubungan yang kurang baik antara KPK dan Polri terkait dugaan suap.

Markas Besar Polri memanggil pimpinan KPK karena kasus suap. Di saat yang sama KPK juga mengagendakan penyidikan kasus suap yang diduga melibatkan salah satu pejabat Polri. Sepintas ada unsur diserang dan menyerang balik antardua institusi penegak hukum ini. Tapi kita berharap bukan atas alasan itu jika Polri ingin menyelidiki kasus suap yang diduga melibatkan pimpinan KPK.

Demikian pula KPK, jika ingin menyelidiki kasus suap yang diduga melibatkan pejabat Polri juga bukan karena dendam atau serangan balik. Sebagai sesama institusi penegak hukum, dua-duanya harus memiliki dasar hukum dan bukti-bukti yang kuat sebelum memutuskan melakukan penyidikan.

Kredibilitas mereka akan dibuktikan di depan pengadilan kelak. Kita belum tahu siapa yang memiliki bukti dan dasar hukum yang kuat hingga putusan pengadilan. Tapi alangkah baiknya jika kedua lembaga ini bisa saling mengisi dan bahu membahu dalam pemberantasan korupsi.

Para koruptor sejati akan tertawa ketika para penegak hukum kita terjebak dalam rivalitas yang menguras energi itu.Barangkali itu skenario yang disiapkan para koruptor untuk melemahkan para penegak hukum. Namun tanpa sadar, kita larut dalam skenario itu.(*)



Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!


Apakah wajar artis ikut Pemilu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

__._,_.___


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___


Mencari semua teman di Yahoo! Messenger?
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!

di ambil dari : http://ksuheimi.blogspot.com/2009/09/fw-trs-re-keluarga-polri-kutipan-dari.html

Read More......

Pln Tidak Stabil Merusak

Saturday, September 12, 2009

Saya heran sekali ketika menelpon CS (customer Service 147 nya speedy) yang katanya dalam report sebelumnya dari Teknisi lapangan bahwa modem saya tidak singkron sehingga menyebabkan putus koneksi ketika menggunakan genset (dapat pemadaman dari pln).

Hal yang aneh dan lucu sekaligus tidak masuk akal, karena dalam analisis saya, ketika alasan modem tidak singkron menggunakan listrik genset, tentu dia juga tidak akan singkron menggunakan listrik pln, yang notabene genset saya memiliki daya 30 KVA, dengan mesin dieselnya.

Hal yang aneh juga ketika dalam laporan sebelumnya oleh teknisi di laporkan koneksi sudah berjalan stabil, hal yang lucu sekali laporan seperti itu tidak pernah sampai kepada saya, yang menyebut koneksi dalam keadaan stabil, yang saya heran setiap kali telpon ke 147 nomor telpon untuk konfirmasi selalu mereka tanyakan, namun sekian ratus kali saya telpon dengan permasyalahan yang sama sekian ratus kali juga konfirmasi tidak saya dapatkan (laporan status OK hanya antara CS dan TEKNISI di lapangan ) sementara pelanggan tidak tau.

di bawah ini bisa di lihat gambar speedy saya menggunakan router mikrotik.

putus koneksi speedy
Gambar di Koneksi terputus (sedang dialing ) dapat di ketahui dari interface PPPoE out yang tidak memiliki aktifitas apapun.

pppoe dialing mikrotik speedymikrotik mencoba untuk mengkoneksikan diri ke telkom speedy

trying to connected
Dalam gambar di atas dapat di lihat speedy sudah tersambung ke mikrotik, namun di PPPoE out tidak memiliki aktifitas apapun, alias tidak adanya lalu lintas internet.

Hal dan kelucuan ini selalu terjadi dan berulang ulang, setiap kali dapat pemadaman listrik pln di daerah saya. Bahkan menggunakan modem lainpun di line yang sama penyakit dan ulah yang sama selalu muncul, dialing - connected beberapa menit - lalu putus - dialing lagi -- connected lagi - dan putus lagi, begitu berulang ulang . Dan alasan senada tetap di lontarkan oleh CS modem yang aneh, listrik yang tidak stabil, lucu bin ajaib. (saya jadi bertanya apakah CS ini tau apa yang dia omongkan, atau hanya sekedar jawaban prosedural yang si ucok kecil dirumah pun bisa melakukannya).

Namun aneh bin ajaib line dan modem yang lain terkoneksi dengan normal baik dalam kondisi menggunakan genset maupun menggunakan listrik pln.

Daftar nama Cs yang menerima laporan saya, namun sayang tanggalnya hanya tercatat dari tanggal 14 Agustus 2009 lalu, bulan bulan sebelumnya lupa saya catata.

  1. Laporan I di terima Oleh SUSAN jam 12:00
  2. Laporan II diterima oleh Gaby jam 14:35
  3. Laporan III di terima oleh Rindu jam 19:25
  4. Laporan IV diterima oleh OPY jam 14:50 tanggal 14 Agustus 2009
  5. Laporan V diterima oleh Nurul jam 13:45 jam 13:45 tanggal 19 Agustus 2009
  6. Laporan VI di hari yan sama diterima oleh Nurul jam 14:45 Tanggal 19 Agustus 2009( konfirmasi internet berjalan normal, setelah laporan V di hari yang sama )
  7. Laporan VII di terima oleh Yessy jam 9.45 (kurang lebih) tanggal 12 September 2009 dan si yessy menyebutkan ada report dari teknisi bahwa modem saya tidak singkron, dan menyebutkan akan menurunkan teknisi ketempat saya (namun sampai tulisan ini saya ketik jam 16:40 si teknisi tidak ada datang)
  8. Laporan VIII 4 jam setelah laporan VII yang di terima Yessi saya telpon lagi (lupa catat oleh siapa ) dan bertanya perihal status teknisi dan koneksi saya sedang bagaimana dan dimana ?
  9. Laporan ke IX diterima oleh Fadly beberapa jam sejak laporan VIII bertanya dan menconfirmasi koneksi yang masih dalam masalah dan teknisi yang tidak ada sampai ke tempat saya.
Jujur saja, rasanya peran Customer Service disini menurut saya sangat tidak di butuhkan, karena sekian kali saya telpon sekian kali jawaban para cs ini tidak memuaskan, bahkan rasanya mereka hanya formalitas. Dan tidak begitu berpengaruh terhadap keluhan pelanggan, karena seperti alasan Fadly yang menyebutkan bahwa laporan hanya di sampaikan via web, dan tidak adanya interaksi langsung antara CS Speedy dan Teknisi, dan menurut saya bisa saja di teknisi melaporkan keadaan OK sementara status masih belum OK, dan sang teknisi bersantai ria dilapangan yang notabene pelanggan yang dirugikan. Dan menyedihkannya mereka hanya menjadi penampung unek unek pelanggan tanpa mampu memberi solusi yang menggembirkan, Jujur saja bila dalam tenggang waktu 3 x 24 jam koneksi tidak kembali dalam ke adaan normal speedy memberikan diskon sebesar 2 % sangat tidak berpengaruh bagi pelanggan seperti saya. Kerugian saya lebih dari apa yang di diskon oleh speedy ini.

Hanya Allah SWT yang tahu, bulan puasa gini terbawa emosi juga, entahlah ini membatalkan dan mengurangi nilai puasa ramadhan saya :(. Rasanya kedamaian itupun terusik karena lahan pencari uang di landa 2 masyalah yang sebelum sebelumnya telah coba di atasi, mungkin ini hanya sebagai ujian kesabaran :(


Read More......

Angka keramat tahun 2009

Thursday, September 10, 2009

GRESIK, KOMPAS.com - Lima bayi lahir pada angka 09-09-09 atau tripel 9 di Gresik, satu di Rumah Sakit Ibnnu Sina empat di Rumah Sakit Semen Gresik. Selain dianggap keramat dan melambangkan kesempurnaan karena merupakan bilangan angka tertinggi, kelahiran bayi pada 9 September juga bertepatan dengan hari lahir Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga kelahiran pada triple 9 dianggap istimewa sehingga dari lima bayi itu tiga dilahirkan dengan operasi cesar untuk agar lahir tepat tangal 09 bulan 09 tahun 09.

Kepala RS SG, dr Muchdor mengatakan, kendati tiga bayi lahir melalui operasi cesar, bukan karena dipaksakan tetapi didahului dengan tanda-tanda kelahiran dan memang sudah waktunya lahir. Dua bayi yang lahir lewat operasi diantaranya anak pasangan Harita S usanti (33) dengan Ramli, warga Jalan Jawa Indah II Perum Gresik Kota Baru KB dan anak pasangan Emy Tiastuty (33) dengan Raflis, warga Gresik yang lahir di Rumah Sakit Semen Gresik.

Sedangkan bayi yang lahir secara normal di RSSG, adalah bayi perempuan anak pasangan Muawanah (24) dengan Fathul Mubin warga Jalan Raya Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan. Satu bayu lagi lahir normal di RSUD Ibnu Sina, anak pasangan Siti Asiah (37) dengan Syamsudin (39) warga Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, lahir pukul 03.00.

Seorang bidan di RSUD Ibnu Sina Gresik Bidan Dartik menjelaskan berat bayi itu 3.1 kilogram dengan panjang 48 sentimeter. "Orang desa tidak mikir angka baik atau tidak, yang penting bayi lahir normal dan sehat ibunya juga selamat," ujar Dartik.

Read More......

Pengumuman diploma III stan Peserta Medan

Tuesday, September 1, 2009

Stan (sekolah tinggi akuntansi negara adalah salah satu sekolah favorit impian anak negeri ini, meskipun masuk ke sekolah tinggi negara tersebut sangat susah namun masih saja peminatnya ribuan di seluruh pelosok tanah air, tak ketinggalan pelajar pelajar dari kota medan pun sangat meminati sekolah tinggi ini.

Mungkin karena masa depan setelah lulus dari sekolah ini sangat menjanjikan makanya anak anak medan sangat menyukai sekolah ini. Begitu selesai diploma PNS pun menunggu inilah salah satu daya tarik sekolah tinggi ini.

Dibawah ini kamu bisa lihat pengumuman hasil seleksi sekolah tinggi negara tahun 2009 / 2010 dari medan dan kota lainnya. Untuk diploma III STAN

Download pengumuman STAN 2009 / 2010 disini
http://www.depkeu.go.id/ind/Read/?type=ixAnn&id=6949&thn=2009&name=HASIL_USM09.htm
atau dari web stan langsung www.stan.ac.id

Read More......
 
Powered By: Anak Medan